Lagi-lagi mahasiswa dirugikan, begitu salah satu komentar dari temanku yang baru membaca surat edaran. Kalo dipikir-pikr benar juga sih, rasanya belum lekang dari ingatan saat berdesak-desakan dengan ratusan mahasiswa yang sedang berebut untuk mendapatkan giliran pembuatan rekening baru, waktu ngambil buku rekening, waktu ngambil ATM. eh.. sekarang sudah tidak diberlakukan lagi.
Oya, Sudah pada baca surat edaran dari pembantu rector 2 belum. Di dalam surat yang diedarkan tanggal 18 januari 2010 itu diuraikan panjang lebar mengenai teknis pembayaran SPP untuk semester genap tahun ajaran 2009/2010. Dan kamu-kamu tahu nggak, berita ini sangat teramat mengejutkan, pasalnya terjadi begitu banyak perubahan, salah satunya adalah pembayaran yang semula dilakukan dengan cara penyetoran ke Rekening Mandiri mahasiswa kita masing-masing, kini berubah ke rekening bank BNI. Yang lebih mengagetkan saya, pembayaran ini dilaksanakan tanggal 18 s.d. 30 Januari 2009 tidak ada perpanjangan waktu, tapi khusus buat mahasiswa angkatan 2009 pembayaran dilakukan tanggal 21 s.d. 30 Januari 2009 tidak ada perpanjangan waktu. Semoga saja ada perpanjangan waktu ya, kami kan sedang ujian pak!
Wah, kacau nih... tanggal segitu kan tanggalnya kita-kita sedang sibuk ujian akhir semester. Kan jadinya repot banget kalo harus ngantre di Bank selama berjam-jam, kalo nasabahnya lagi banyak. Tapi, buat kamu yang udah punya rekening maupun ATM Bank BNI, pembayaran dapat dilakukan dengan cara mentransfer. Caranya dengan menginput kode universitas Riau yaitu 9051 kemudian NIM kamu. Secara otomatis nanti database kamu bakal keluar deh; nama, jurusan, fakultas, dan… saya kurang tahu juga, pasalnya saya sendiri belum pernah nyoba tuh. Dan buat kamu yang belum terdaftar di database, kan ga bisa bayar SPP tuh, wajib melapor ke bagian dana masyarakat lantai tiga gedung rektorat. (info selengkapnya baca: Pengumuman Pembayaran SPP)
Disinyalir, ini disebabkan oleh karena kontrak kerja sama universitas kita dengan Bank Mandiri telah berakhir pada tanggal 26 september yang lalu. Diduga alasan lain yang menyebabkan tidak diperpanjangnya MoU tersebut atas pertimbangan keluhan mahasiswa, misalnya saja tempat pelayanan pembayaran SPP yang kurang layak, kan kasihan ngatre lama di parkiran. Selain itu, adanya kebijakan Bank Mandiri yang memutuskan untuk menaikkan biaya administrasi sebagai mana layaknya nasabah biasa (maklum saja, biaya administrasi nasabah umum kan 3 kali lipat biaya administrasi tabungan mahasiswa). Jadi, tak seutuhnya keputusan ini merugikan mahasiswa, pihak rektorat pasti sudah memikirkan dengan matang mengenai keputusan ini.
Tapi, kalau dipikir-pikir rasanya lebih baik waktu manual dulu. Lebih terorganisir, dan terarah. Tapi, pembayaran melalui rekening juga tak kalah memudahkan. Dari jauh-jauh hari kita sudah bisa bayar, karena debit tabungan kita secara otomatis akan terpotong sesuai dengan jumlah uang SPP yang harus dibayar. Masalah mana yang lebih baik, nanti ajah deh. Yang penting, jangan lupa bayar SPP nya ya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar